Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Sunday, August 07, 2016

Dear Future Husband

Tuesday, April 15, 2014

Keluarga Cendana, eh salah Keluarga Cemara

 

Keluarga seperti apa yang kamu inginkan??
aku menjawab "keluarga seperti ini lah yang aku inginkan" (lihat foto diatas).
kenapa?? Karena antara orang tua dan anak tak ada yang harus disembunyikan. kami saling berbagi cerita, canda, tawa, tangis, dan duka. everything lah.. aku yang tak sempurna merasa menjadi sempurna ketika berada diantara mereka.

tua dan muda nggak mau kalah, tetep narsis ya cyiiinn.... hehehe efek akhir jaman 2014. Tak ada membedakan umur. yang membedakannya yang muda harus tetap menghormati yang tua, sudah cukup itu. semua nya akan berjalan dengan harmonis bila ada komunikasi.

i love you, my family..
aku dedikasikan pencapaian perjalananku dua tahun lalu hingga hari ini untuk kalian, hanya untuk kalian.
terima kasih untuk menghapus airmataku dan menahan rasa lelahku, selalu menjadi rumah untukku.

Saturday, October 26, 2013

Bukan Sebuah Kebetulan

Setelah aku mengalami sebuah kejadian yang disusun sangat rapi nya oleh si pembuat cerita dan tergagalkan oleh  sebuah perasaan yang janggal serta logika, aku merefleksikan diri. Ada apa? Apa makna dari peristiwa ini? Kenapa?

Aku terhindar dari sebuah petaka,,, teringat sebuah pesan dari WhatsApp dari seorang adek.

Pernahkah
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang..?

Itu adalah Allah…
Yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu…
[QS 4:114 , 2:195 , 28:77]

Pernahkah…
Saat kau sedang sedih… kecewa… tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati..?

Itulah saatnya di mana Allah… Sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara padaNYA…
[QS 12:86]

Pernahkah…
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau kamu bertemu dengannya atau menerima telepon darinya..?

Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu.
Tidak ada namanya kebetulan…
[QS 3:190-191]

Pernahkah…
Kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga…
Yang selama ini kamu inginkan…
Tapi rasanya sulit untuk didapatkan..?

Itu adalah Allah…
Yang mengetahui dan mendengar suara batinmu…

Dan hasil dari benih kebaikan yang anda taburkan sebelumnya.
[QS 65:2-3]

Pernahkah…
Kau berada dalam situasi yang buntu… semua terasa begitu sulit…
Begitu tidak menyenangkan… hambar…kosong…
bahkan menakutkan…?

Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari KeberadaanNYA.
Dan Allah ingin mendengar rintihan dan doamu.
Karena DIA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dalam kesenangan…
[QS 47:31 , 32:21]

Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu…?

TIDAK..! Sekali lagi TIDAK ada yang kebetulan…

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu…

Rasakan kehadiran-Nya…

Dengarkan suara-Nya yang berkata:

"Jangan Khawatir, AKU ada disini bersamamu..!"
[QS 2:214 , 2:186, 50:16]

Peristiwa ini menjadi sebuah pembelajaran yang berarti...

Sunday, September 30, 2012

BreakTime #1


Suatu kesalahan.. atau suatu kebenaran... ?? aku tak meyakininya... komunikasi tak berjalan dengan sempurna sehingga salah satu pihak tidak menangkap sebuah informasi yang ingin disampaikan..  lalu bagaimana ?? masing-masing akan terjebak pada persepsinya... 

Lupakan untuk sejenak dan nikmati suasana yang ada... liburan... !! tak sepenuhnya bisa berlibur, tapi memikirkan pekerjaanpun tak akan usai,,, hehehe 

Terdiam untuk sejenak, sepertinya aku kehilangan suatu hal... sudah lama aku tak bertengkar. Selalu membayangkan suatu hal, berharap aku bisa mewujudkannya,,, 


Weekend ini, aku tak sendiri, menghabiskan waktu bersama sepupu.... berjalan dan berjalan menelusuri setiap lorong Marbela Resort..

Terima kasih untuk hari ini,,,,, 

signature

Thursday, September 20, 2012

Guru,,,

Empat belas tahun yang lalu, aku merasakan euphoria kebahagiaan masuk ke sebuah sekolah menengah pertama. Menggunakan seragam putih biru dengan bet sekolah menengah pertama negeri (SMP N). Hari-hari ku pun tak terlalu istimewa, menghabiskan masa peralihan seperti anak biasanya. Bermain, belajar, menghormati guru-guru.

Seminggu yang lalu, aku iseng-iseng tanya tentang kehidupan sekolah menengah pertama pada sepupu. Ternyata ada sebuah perbedaan. Anak-anak sekarang jauh lebih kritis, mereka akan memberontak pada yang mereka tidak sukai. Contoh nya saja, ketika mereka merasa tidak nyaman dengan cara guru mengajar, mereka bisa protes, bahkan mereka sering berbuat jail pada guru ^_^ hahaha guru itu seperti sahabat, terkadang tertawa bersama, bercanda, berbuat usil dan pengajar.

Seperti nya aku harus mengikuti perkembangan ini,, ha ha ha

signature

Saturday, September 01, 2012

Mommy



Hari ini, menjadi hari yang tak biasa untukku. Menghabiskan waktu bersama bunda untuk berkeliling kota jakarta. Yapz.. Esok bunda harus pulang ke Magelang, sedangkan aq disibukkan dengan kegiatan yang harus aku datangi. Aku berpikir, aku cukup egois.

Perjalanan hari ini dimulai dari bekasi-kemayoran. Aku mencari alamat seorang teman yang sedang masa peralihannya. Mencari alamat, harus memiliki kepedean dan tak boleh menunjukkan wajah keraguan. Khawatirnya akan ada orang2 yang tak bertanggungjawab memanfaatkan situasi.

Aku menemukan rumah yang kucari dengan bantuan bajaj. Ha ha ha suaranya sangat bising sekali.
Kumelihat sesosok gadis dengan keceriaannya.. Dia yang sempat menghindar dan menghilang dari peredaran. Kami bercerita panjang dan lebar, mengapa dia tak memberikan khabar, mengapa dia berkeputusan seperti itu, mengapa dan mengapa itu sudah terjawabkan.

Dan pertanyaannya, akankah aku bernasib sama dengannya? Ada apa siy??? Hanya sebuah kekhawatiran yang tak beralaskan. Dan aku yakin, aku bisa mengatasinya.

Cerita nya sangat menarik dan rasa rindu itu sejujurnya masih ada. Tapi aku harus sampai ke GKBI jam 14.00. Si Boss akan menyindirku habis2an ketika aku telat dari jadwal yang aku buat. Berlari2 menuju shelter busway, bolak balik melihat jam, dan berusaha jalan cepat menuju lantai 19 GKBI. Ternyata capek juga.. Kasian bunda ku... Kubiarkan beliau istirahat di lantai 6 (mushola).

Diskusi yang menghasilkan penyataan berlangsung selama 1.5 jam. Info2 tentang kepindahan tugas kerja semakin jelas. Hanya menunggu waktu saja.... Tepat pukul 4sore meninggalkan GKBI, kondisi jalanan sudah padat merayap. Tak heran banyak teman2 berpendapat work hard play hard. Yoopz, seperempat waktunya dihabiskan dijalan dan ada saatnya menggunakan hasil jerih payahnya.

Hari ini perjalananku berakhir pada pukul 10malam. Capek dan ngantuk. Dia bunda ku yang hebat dan terbaik, hingga diusia ku yang sudah seperempat abad, bunda masih mengikuti ritme kegiatanku.

Melihatnya tertidur pulas, ingin rasanya aku terus berada disampingnya... I love you, Mom. Terima kasih untuk hari ini...



Note :
For my Sista, life must go on.... Cheers up!!! Teqiiu for the time, love, and everything. Gud luck Sist!!



Monday, August 13, 2012

Obat Mujarab

Setelah 10 hari selalu dibayang-bayang deadline pekerjaan dengan underpressure . Mulai dari Plan A hingga Z sudah disiapkan, inbox email dipenuhi oleh diskusi dan perdebatan. Telp genggam selalu di charge 3x dalam sehari, dah kayak minum obat...

Tiba saatnya di H-3, acara berubah total !! tenggorokan mulai gatal, “bahaya” pikirku. Benar saja,,, saat hari H nya,,, suaraku tak ada >_< yoopz !! bersyukur memiliki sebuah tim yang hebat. Gladi bersih sebentar,, seph... semua berjalan dengan baik. Finished for my project !!!

Ternyata batuk terus merajalela,, tak enak makan dan tak enak tidur,,, di tambah kedatangan seseorang untuk mengingatkan masa lalu. OMG !! ternyata belum usai ya problem yang harus aku hadapi... >_< sabar... sabar... #hikmahpuasa

Ketika aku mulai jengah dengan kondisi itu, semua alat komunikasi dimatikan dan melakukan aktivitas yang tak biasanya. Cukup membantu untuk me-refresh lagi,,

Dan hari ini, aku merasa diperhatikan oleh kawan-kawan virtualku,,, ough... so sweet... teqiiuu so much my KV fams ^_^ mencoba sebuah ramuan mujarab, sereh, kencur, jahe, jeruk nipis dimasukkan dalam panci.. tra la !!! rasanya aneh... ha ha ha salah komposisi nya... ^_^ but, i felt better now...

Okey,, !!! siap beraktivitas lagi besok pagi... detik-detik menjelang hari kemenangan...


“I never walk alone”



signature

Monday, December 26, 2011

Remaja


Masa yang paling indah adalah masa remaja.
Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja

Rasa nya aku telah melewati masa remaja beberapa tahun yang lalu. Sekarang aku dihadapkan oleh kenakalan dua orang remaja. Aku berusaha memahami kedua sepupu kembarku yang dalam pantauan bunda. Sering kali bunda mengeluh dan meminta pendapatku. Aku tidak mengalami masa remaja yang demikian sulit. Masa remajaku  hanya berkutat “itu-itu saja”.

Mengenang masa remaja ku, aku disibukkan oleh prestasi sekolah. Orang tuaku selalu menuntutku untuk selalu berprestasi. Waktu ku hanya ku gunakan untuk sekolah, bimbel, dan organisasi. Bukan berarti aku tak pernah merasakan cinta monyet. Diam-diam aku menaruh kagum pada lawan jenisku, bagiku untuk menarik perhatian lawan jenisku hanya menggunakan prestasi. Dan terkadang aku pun menangis ketika aku tak mendapatkannya. Lucu ketika mengenang masa remaja ku.

Selain itu, kedua orang tua ku selalu mengajarkan untuk menjaga sebuah kepercayaan. Aku pernah membohongi mereka, mereka pun marah besar padaku. Kemarahannya membuatku takut untuk mengulanginya. Aku menjalani masa remaja dengan sewajarnya, tidak terlalu istimewa, dan simple life.  Hari ini, bunda sedih dengan sikap kedua sepupuku. Aku bingung untuk menyatakan pendapatku. Karena kehidupan remaja ku berbeda jaman dengan mereka. Setelah googling, aku mendapatkan beberapa referensi. Yoopz,,, berikut referensi yang kuperoleh :  

Hurlock (199) dalam bukunya menuliskan bahwa istilah adolescence atau remaja berasal dari kata Latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Jersild (dalam Hidayat, 1977) dalam bukunya “The Psychology of Adolescence” menyatakan bahwa masa remaja adalah masa dimana pribadi manusia berubah dari kanak-kanak menuju ke arah pribadi orang dewasa. Stone (dalam Hidayat, 1977) berpendapat bahwa masa remaja adalah masa yang ditandai oleh adanya badai dan tekanan, yang dimulai adanya perubahan-perubahan biologis. Sedangkan Stanley Hall (dalam Hidayat, 1977) berpendapat masa remaja adalah masa kelahiran baru yang ditandai dengan gejala yang menonjol, yaitu: perubahan pada seluruh kepribadian dengan cepat; perubahan pada segi biologis, mulai berfungsinya kelenjar kelamin dan sikap sosial yang eksplosif dan bergelora.

Piaget (dalam Hurlock, 1999) memandang masa remaja sebagai usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Dari segi umur Cole (Dalam Hidayat, 1977) menyatakan bahwa masa remaja adalah masa umur 13-21 tahun. Sedangkan Jersild (dalam Mappiare, 1982) berpendapat masa remaja antara umur 11-20 tahun awal. Menurut Aristoteles (dalam Hidayat, 1977) remaja adalah masa yang berkisar 14-21 tahun yang ditandai oleh fungsinya kelenjar kelamin. Hurlock (1999) menulis dalam bukunya masa remaja berawal dari umur 13 tahun dan berakhir pada umur 21 tahun

Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:

1.     Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
a.    Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya:
·         Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
·         Anak mulai bersikap kritis  

b.    Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
·         Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
·         Memperhatikan penampilan
·         Sikapnya tidak menentu/plin-plan
·         Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib

c.    Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
·         Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
·         Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria

2.    Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
·         perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
·         mulai menyadari akan realitas
·         sikapnya mulai jelas tentang hidup
mulai nampak bakat dan minatnya

Ciri-ciri masa remaja
Menurut Hurlock (1999) ciri-ciri masa remaja adalah sebagai berikut :
  1. Masa remaja sebagai periode yang penting, karena perkembangan fisik, mental yang cepat dan penting dan adanya penyesuaian mental dan pembentukan sikap, nilai dan minat baru.
  2. Masa remaja sebagai periode peralihan, adanya suatu perubahan sikap dan perilaku dari anak-anak ke menuju dewasa.
  3. Masa remaja sebagai periode perubahan, karena ada 5 perubahan yang bersifat universal yaitu perubahan emosi, tubuh, minat dan pola perilaku, dan perubahan nilai.
  4. Masa remaja sebagai usia bermasalah, karena pada masa kanak-kanak masalah-masalahnya sebagian besar diselesikan oleh guru dan orang tua sehingga kebanyakan remaja kurang berpengalaman dalam mengatasi masalah.
  5. Masa remaja sebagai masa mencari identitas, karena remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya.
  6. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, karena adanya anggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak, menyebabkan orang dewasa harus membimbing dan mengawasi.
  7. Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. Karena remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
  8. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa, karena remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan orang dewasa.


Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.

Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.

Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.

Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.

Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.

Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.

Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.

Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.

Sebuah PR yang panjang bagi orang tua dan pendidik, yang menuntut mereka untuk selalu mengevaluasi sikap yang diambil dalam pendidikan remaja yang dipercayakan kepada mereka. Dengan demikian, diharapkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan rangsangan dan motivasi yang tepat untuk mendorong remaja menuju pada kepenuhan dirinya.




signature

Monday, April 04, 2011

Perempuan, Kerja dan Keluarga


Agustine Dwiputri

Saya seorang perempuan berusia 39 tahun, bekerja di sebuah perusahaan kosmetik besar. Suami saya 44 tahun, bekerja sebagai seorang manajer pemasaran di sebuah perusahaan obat. Kami memiliki 2 anak, laki-laki 14 tahun dan perempuan 9 tahun.

Posisi saya di perusahaan lumayan tinggi, manajer bagian research & development . Karena kedudukan ini, saya sering dikirim perusahaan untuk pergi ke cabang perusahaan kami di kota lain, bahkan ke luar negeri. Saya pernah dikirim sampai ke Italia untuk belajar dari rekan kami di sana. Saya sangat menikmati pekerjaan ini karena inilah cita-cita saya sejak dulu pertama bekerja, bidang yang saya sukai juga.

Permasalahan mulai muncul ketika saya sering ke luar kota dan luar negeri. Suami mulai protes karena terkesan anak-anak tidak mendapat perhatian yang cukup dari ibunya. Padahal, walaupun baru pulang kerja malam hari, saya selalu memeriksa pekerjaan rumah anak-anak, mengobrol dengan mereka tentang cerita hari itu, dan di pagi hari membangunkan dan menyiapkan keperluan sekolah mereka.

Bagi suami, apa yang saya lakukan tidak cukup untuk membimbing anak-anak. Beberapa waktu lalu suami menawarkan agar saya keluar dari pekerjaan untuk bisa membimbing anak-anak di rumah. Ibu, bagaimana jalan keluar yang harus dilakukan untuk bisa menjalankan semuanya? Saya ingin tetap bekerja dan berusaha tetap menjaga anak-anak saya sambil meyakinkan suami akan tanggung jawab saya. Terima kasih . (D)

Analisis masalah
Bagi saya, belum jelas betul apa alasan suami meminta Anda berhenti dari pekerjaan, apakah semata-mata karena keinginan dia saja atau memang ada masalah dengan kondisi anak-anak. Yang pasti, Anda merasa puas dan bisa menikmati pekerjaan di kantor. Meski Anda tidak cukup melihat adanya masalah pada anak-anak, diperlukan juga pandangan suami mengenai hal ini agar dapat diperoleh penyelesaian masalah yang lebih adil. Saya akan mengulas hal-hal umum mengenai ibu bekerja dan keluarga. Semoga D dan suami sama-sama dapat memetik manfaat dari informasi berikut.

Stereotip peran jender
Sebenarnya, istri bekerja dan berkarier di luar rumah sudah biasa terjadi. Sejak dulu kala kita sudah melihat banyak sekali perempuan berjualan di pasar, artinya gejala perempuan terjun ke dunia kerja di luar rumah telah lama ada. Hanya kebanyakan itu terjadi pada kelompok ekonomi menengah bawah, justru di kalangan sosial ekonomi menengah atas tampaknya masih banyak hal yang perlu dibenahi.

Di antaranya, masih banyak pria yang memiliki keyakinan yang ”bias” mengenai peran jendernya, misalnya bahwa hanya para suamilah yang bertugas menjadi pencari nafkah keluarga atau hanya para istrilah yang harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga atau tugas mendidik anak. Adanya stereotip peran jender yang sangat kaku dalam memilah tugas laki-laki dan perempuan ini justru dapat memicu masalah psikologis dalam kehidupan berkeluarga.

Salah satu stereotip yang banyak berkembang adalah perempuan itu bekerja keluar rumah hanya untuk mencari tambahan uang. Ide di balik itu adalah bahwa suami tetap harus pencari uang utama keluarga sehingga istri bekerja hanya untuk menyediakan beberapa embel-embel.

Namun, fakta yang terjadi adalah sebagian besar wanita bekerja karena kebutuhan ekonomi keluarga yang mencolok, sulit bagi keluarga masa kini, terutama yang hidup di kota besar dan terpapar pada modernisasi, untuk hanya mengandalkan penghasilan dari satu pihak.

Bila suami masih sangat berpegang pada stereotip tadi, dapat muncul perasaan gagal, tersaingi oleh istri, rendah diri karena merasa maskulinitasnya tidak tampil. Di lain pihak, para istri yang mempunyai penghasilan lebih besar dari suaminya juga mudah merasa hebat, tinggi hati, kemudian lebih dominan dan meremehkan suaminya karena meyakini bahwa sebetulnya mencari penghasilan itu bukanlah peran utamanya.

Kerja dan keluarga
Berikut beberapa hasil penelitian mengenai kerja dan keluarga yang diungkapkan oleh Margaret Matlin dalam bukunya, The Psychology of Women , terbitan tahun 2008:
• Topik perempuan, kerja, dan penyesuaian pada suami/anak-anak adalah kompleks. Hal ini bergantung pada berbagai variabel, seperti kualitas program penitipan anak/pengasuh, usia anak, latar belakang ekonomi keluarga, dan sensitivitas ibu terhadap kebutuhan anaknya.
• Perempuan bekerja sering mengalami ketegangan peran dalam bentuk konflik antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Namun, mereka sering mengatakan akan kehilangan identitas pekerjaan mereka jika berhenti bekerja di luar rumah.
• Tidak ada perbedaan statistik yang signifikan antara perempuan bekerja dan tidak sehubungan dengan kualitas yang dilaporkan dalam pernikahan mereka. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa pernikahan lebih stabil bila wanita tersebut bekerja. Perempuan bekerja biasanya lebih bahagia dengan perkawinan mereka jika suami mereka melakukan pekerjaan rumah tangga dalam proporsi yang relatif besar.
• Pria sering merasa berhak untuk gaji yang lebih tinggi daripada yang diterima istrinya, dan tampaknya banyak pria juga merasa berhak untuk meninggalkan pekerjaan rumah tangga kepada istri.
• Ibu bekerja cenderung mendorong anak-anak mereka untuk mandiri, ibu menjadi model perempuan yang kompeten di tempat kerja. Anak-anak jadi tidak lagi mengembangkan stereotip peran jender.
• Ketika ayah melakukan pengasuhan pada anak dengan proporsi yang tinggi, anak-anak menunjukkan keterampilan kognitif dan sosial yang lebih besar daripada jika ayah jarang terlibat. Anak-anak juga lebih tinggi harga dirinya dan kurang menunjukkan masalah perilaku. Rupanya, anak-anak memperoleh manfaat dari memiliki dua orangtua yang peduli dan secara aktif terlibat dalam kehidupan mereka.
• Fakta menunjukkan bahwa ibu bekerja mengalami kesenjangan waktu luang, pekerjaan rumah tangga dan tanggung jawab pengasuhan anak yang jauh lebih besar daripada laki-laki bekerja. Perempuan tidak bisa memecahkan masalah ini dengan hanya belajar bagaimana mengelola waktu mereka lebih efektif. Pasangan perlu mengarahkan sehingga mereka dapat berbagi beban kerja yang lebih merata.


 
signature

Saturday, March 05, 2011

5 Keuntungan Punya Anak Laki-laki

Bila diberi pilihan, ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan, pastilah lebih banyak yang menjawab ingin punya anak laki-laki. Dari sisi pria, mempunyai anak laki-laki akan membuat ia merasa sudah menjadi pria yang utuh, macho, terjamin kelaki-lakiannya. Sekali lagi, pria hanya akan "merasa", jadi pendapat ini tak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Lain lagi alasan perempuan memilih anak laki-laki atau perempuan. Kebanyakan perempuan berharap bisa melahirkan anak perempuan, karena ingin bisa mendandaninya habis-habisan. Kemudian, ketika ia beranjak tua, ada anak perempuan yang mau mengurusinya. Sedangkan keinginan untuk mendapatkan bayi laki-laki umumnya didasari keinginan agar tidak mendapatkan risiko seperti pengeluaran berlebih untuk pernak-pernik, hingga risiko hamil di luar nikah.

Dorongan untuk mendapatkan anak perempuan kemungkinan juga berawal dari hubungan Anda dengan ibu Anda. Boleh jadi Anda memiliki koneksi yang hebat dengan ibu, dan menginginkan pengalaman bonding yang sama dengan putri Anda sendiri. Tetapi bisa juga sebaliknya, Anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan ibu Anda, sehingga mendambakan kesempatan untuk memperbaikinya dengan anak perempuan Anda sendiri.

Indahnya hubungan ibu dan anak laki-laki
Menurut psikoterapis Dr Nancy B. Irwin, pengasuhan yang sehat melibatkan keinginan untuk membesarkan seorang anak, apapun jenis kelaminnya. "Hanya karena Anda belum pernah menjadi laki-laki, tidak berarti Anda tidak bisa membesarkan anak laki-laki yang hebat," katanya.
Yang perlu dilakukan orangtua saat memiliki anak adalah mengasuhnya agar menjadi orang yang paling menyenangkan. Kelak, ia akan mengisi kekosongan lain sesuai dengan kepribadian, lingkungan, dan pembelajaran sosialnya. Perempuan juga tak perlu mengkhawatirkan hubungan khusus antara ibu dan anak lelakinya, seperti mitos Oedipus, demikian menurut Debbie Mandel, MA, penulis buku Turn On Your Inner Light: Fitness for Body, Mind and Soul
"Justru ini merupakan peluang untuk membentuk anak menjadi pria yang sensitif, baik, dan komunikatif," saran Mandel.
Namun, memang, ada hal-hal yang mungkin belum Anda sadari ketika memiliki anak laki-laki. Beberapa di antaranya adalah:

1. Bayi laki-laki cenderung lebih mudah dibersihkan saat berganti popok. "Kebanyakan ibu yang baru pertama kali mempunyai anak laki-laki khawatir mereka akan melukai bayinya, ketika mereka berusaha mencuci potongan-potongan kain yang menempel di penis bayinya," kata Adie Goldberg, pekerja sosial klinis dan penulis buku It's a Baby Boy!. Cara membersihkan mudah saja. Angkat saja kulupnya, lalu bersihkan kepala penisnya.

2. Anak laki-laki memiliki kepercayaan diri secara fisik. Anak laki-laki akan tumbuh menjadi anak yang sehat, karena ia akan memainkan permainan yang membutuhkan kemampuan motorik kasarnya, seperti berlari, bermain bola, berebut ayunan, bahkan berkelahi. Kalaupun si buyung lebih menonjol kemampuan motorik halusnya, seperti melukis, menari, atau membuat puisi, ia tetaplah anak yang pede dengan tubuhnya.

"Meskipun kebanyakan pencapaian utama, seperti berjalan, cenderung diperoleh pada waktu yang sama (antara anak perempuan dan laki-laki), kemampuan motorik kasar anak laki-laki akan berkembang pesat selama masa preschool. Mereka juga akan mulai mengalahkan anak perempuan dalam hal kemampuan fisik," tambah Kimberly Parker, perawat dan manajer program klinis di Child Health Promotion-Early Childhood Wellness, Children's Healthcare of Atlanta.

3. Mereka lebih terdorong untuk mengeksplorasi dunianya. Rumah yang berisik akan terasa lebih hidup, dan menjadi tanda hubungan antarkeluarga yang sehat. Anak laki-laki yang ekspresif akan selalu berbicara, berteriak, atau tertawa, dengan suara yang keras. Ada masa ketika Anda merasa rumah seperti kapal pecah, tetapi tenanglah. Hal ini karena si buyung sedang mengeksplorasi benda-benda di sekelilingnya.
"Sejak awal, kebanyakan anak laki-laki lebih banyak bergerak daripada anak perempuan," kata Goldberg. "Dan mereka butuh lebih banyak ruang untuk melakukannya. Hal ini tidak akan berubah meskipun usianya sudah bertambah, dan dia akan merasa sangat nyaman mengeksplorasi dunianya, sehingga mengganggu zona kenyamanan Anda."

4. Mereka memiliki emosi yang lebih kuat. Bila menyangkut perilaku, anak laki-laki di usia batita akan menunjukkan berbagai kejutan. "Umumnya, anak perempuan diyakini lebih emosional daripada anak laki-laki. Namun anak laki-laki yang masih sangat kecil cenderung memiliki emosi yang lebih kuat," ujar Parker. "Mereka lebih mudah gelisah, dan sulit untuk memulihkan diri."
Meskipun begitu, ketika usianya bertambah anak laki-laki akan lebih sulit mengekspresikan perasaannya. Oleh karena itu orangtua seringkali lebih sulit meredakan emosinya, atau mencari tahu apa yang mengganggu anak laki-lakinya. "Anak laki-laki tidak hanya lebih lambat berbicara daripada anak perempuan, perbendaharaan kata mereka juga lebih terbatas," tambah Parker.

5. Anak laki-laki akan melindungi. 
Meskipun mereka sulit mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata, mereka lebih pintar mengungkapkan rasa sayangnya pada orangtua maupun saudara-saudaranya kelak. Cintanya pada Anda akan begitu besar, terutama karena ia tidak bersaing dengan sosok ibu seperti halnya anak perempuan. Anda tidak akan mengkritik anak laki-laki karena gaya berpakaiannya yang terlalu seksi, dan karenanya ia tetap memandang ibu sebagai sosok yang sempurna. Ia juga akan melakukan apa saja untuk melindungi Anda.

Parker mengingatkan para orangtua mengenai beberapa kenyataan yang berkaitan dengan perbedaan anak laki-laki dan perempuan. Masing-masing bisa memiliki pribadi yang unik dibanding rekan yang sama jenis kelaminnya, apalagi jika dibandingkan dengan anak yang berbeda jenis kelamin.
Meskipun demikian, menurut Parker, kita juga perlu memahami bahwa anak laki-laki dan perempuan "diprogram" secara berbeda sejak lahir, dan perbedaan biologis ini akan diperbesar oleh perubahan sosial dan lingkungannya. Menghargai pribadi setiap anak dan menyediakan kesempatan untuk perkembangan fisik dan emosional yang memenuhi kebutuhannya, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk memastikan perkembangan yang sehat dan bahagia.



Editor: Dini

signature

Tuesday, December 22, 2009

Selamat Hari Ibu

Bunda . . di tirai pagi kubensandar pada dinding kesedihan. Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan. kadang hari jadi demikian melelahkan. Ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh. nanda ingin ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang.
Nanda ingin ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan, berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda. Sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai, tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang. kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus.
Bunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga. Nanda ingin ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam, tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata. Tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda
Seperti pesan bunda, nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh. Nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar. Tak pernah mudah . . . , Bunda, tak pernah . . jika sesekali nanda berhenti, Nanda ingin bunda tahu, ini bukan tuk menyerah. Tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi. Tak pernah mudah . . . , bunda, memang tak pernah  . . .
Tapi nanda tak gentar, sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah nanda.

selamat hari ibu

       uR loVelY cHiLdreN




sumber : dari sebuah blog yang lupa alamat situsnya, maav...


signature