Showing posts with label beverages. Show all posts
Showing posts with label beverages. Show all posts

Tuesday, May 31, 2016

Coffee Time


Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi, punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan. (Filosofi Kopi – Dee)

Beberapa hari terakhir, aku cukup sering mengunjungi coffee shop hanya untuk nonton film, atau baca novel. Ada gangguan tidur di malam hari, sehingga aq harus “dopping” coffee di pagi hari. Aq mulai meninggalkan cappucino.

Ketika aq merasa dunia tak lagi ramah denganku, aq cukup larut dengan earphone dan coffee. Earphone agar aku tidak perlu tahu / mendengar apapun dari sekelilingku dan aku hanya perlu fokus dengan ada didepanku, mantanku berkata demikian. Aku masih membawa barang pemberiannya kemana2, bukan karena aku gagal move on, tapi aku males beli lagi dan supaya aq mengingat dia itu pernah memberikanku kebahagian. Coffee, pahitnya itu nggak seberapa dengan pahitnya kehidupan... pahitnya itu sama-sama membuat tidak bisa tidur.

kebahagiaan itu kita yang menentukan, seperti keputusan kita untuk menambahkan gula atau tidak sama sekali kepada secangkir kopi yang kita gemari.

Hari ini, aku bahagia... dia membiarkanku untuk melakukan perjalanan sesuka hatiku. Secara bertahap, dia akan benar-benar melepaskanku. Its only about time

#latepost
signature

Tuesday, March 18, 2014

Ada break, Ada Kitkat...



ada break, ada kitkat...
pasti inget dengan iklan itu ya...

dan kebetulan aku mendapatkan sebuah kitkat dari seorang manajer disela-sela meeting..
tulisan nggak penting siy,,, *nyadar diri* mereka tahu aja kalau aku suka banget sama coklat, paling luluh deh hatinya klo tiba-tiba ada coklat di meja kerja ku.. eh.. jangan salah sangka, tetep profesional ya...

Wednesday, February 01, 2012

:: Tea

tea leaves
tea loves
loves tea
lives tea
leaves tea?
never.
~Uniek Swain

Tea is the most artistic drink known to mankind.

Yes, this might be a bit of an objective statement open to a great deal of personal opinion.

But think about it.

Tea is the drink of the thinker. Of the poet. Of the author and the painter.

Thoughts of tea conjure up ideas of leather-bound books, whispered lines of Tennyson and Keats, and pens resting against antique inkwells.

Whisps of steam floating from fresh-poured cups fill winter days with images of fluffy quilts and classic novels, set to the soundtrack of Ingrid Michaelson and Joshua Radin.

The clinking of ice cubes in tall glasses bring to mind idyllic Southern summers, floppy straw hats and soft cotton sun-dresses, and walking down sidewalks hand-in-hand with the one you love.

Tea is the drink of the dreamer. Of the dancer and the wisher. Of the one with her head in the clouds and her heart tied up in pale pink ribbons.

It's the drink of the old soul hiding behind young eyes, thinking back on the past and wishing for change without change.

It's such a simple drink...just leaves soaked in water.

Why does it have such a way of unlocking hearts and whispering secrets, of telling old stories and painting new pictures?

Maybe it's magic. Maybe it's a mystery.

But I am a dreamer. 

And I am made of dreams and thoughts and whispers.

I am made of tea.

You can never get a cup of tea large enough or a book long enough to suit me. ~C.S. Lewis


writen by  Rachel

signature

Wednesday, September 01, 2010

(nice story)nikmati kopinya, bukan cangkirnya.. ..






Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Catatan : Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois? Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi anda!


source: milis
google.co.id